STIKOM Uyelindo Kupang Gelar Seminar Nasional SEMMAU IX 2024 dengan Tema "Transformasi Keamanan Siber melalui Blockchain dan Strategi Baru bagi Lembaga Keuangan"
Senin, 25 November 2024
Buanauyelindo - Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STIKOM) Uyelindo Kupang kembali menyelenggarakan Seminar Nasional dan Konferensi Sistem Informasi, Informatika, dan Komunikasi (SEMMAU) IX 2024 di Hotel Kristal Kupang, pada Sabtu (23/11). Seminar yang bertema "Transformasi Keamanan Siber melalui Blockchain dan Strategi Baru bagi Lembaga Keuangan" ini dibuka dengan resmi oleh Staf Ahli Gubernur mewakili Penjabat Gubernur NTT, Dr. Ben De Rosari, SP., M.Si, dan menghadirkan dua pembicara utama, yaitu Prof. Dr. Taqwa Hariguna, S.T., M.Kom, sebagai Keynote Speaker, dan Polantoro, S.E., M.M sebagai pembicara, yang dimoderatori oleh Yampi R. Kaesmetan, M.Kom.
Ketua STIKOM Uyelindo Kupang, Marinus I. J. Lamabelawa, S.Kom., M.Cs, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa seminar ini sangat relevan dengan isu terkini mengenai keamanan data dalam aplikasi online, terutama yang berkaitan dengan teknologi blockchain. Ia menekankan pentingnya literasi teknologi dan keuangan bagi mahasiswa, mengingat kemajuan pesat teknologi yang akan memengaruhi cara-cara baru dalam menyimpan uang dan data di masa depan, seperti yang telah terlihat dengan peralihan ke blockchain.
"Perkembangan teknologi semakin pesat, dan kita harus memberikan wawasan kepada mahasiswa agar mereka tidak tertinggal, terutama dalam menghadapi potensi penggunaan blockchain dalam penyimpanan data dan uang," ujar Marinus. Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa seminar ini memberikan kesempatan bagi dosen untuk mempublikasikan karya mereka dalam jurnal internasional.
Dalam seminar tersebut, Prof. Taqwa Hariguna menjelaskan bahwa teknologi blockchain pertama kali dikenal pada tahun 2008, namun konsep dasar dari blockchain sudah ada sejak lama. Ia mengungkapkan bahwa teknologi ini semakin banyak digunakan, terutama dalam dunia cryptocurrency seperti Bitcoin, dan kini mulai diterapkan di berbagai bidang. "Blockchain adalah teknologi yang sangat aman karena sulit untuk diretas, bersifat desentralisasi, dan mudah dipantau untuk mencegah kesalahan," ujarnya.
Prof. Taqwa juga mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam mengembangkan keterampilan pemrograman mereka, mengingat bahwa teknologi kini semakin terbuka dan dapat diakses oleh siapa saja yang memiliki koneksi internet. "Tidak ada batasan untuk belajar, yang penting adalah kemauan dan ketekunan," pesannya.
Ketua Panitia Seminar dan Konferensi, Febi Elvira Messe, S.Kom., M.Cs, juga menyoroti fakta bahwa teknologi blockchain masih tergolong baru di NTT. Meskipun begitu, ia menilai bahwa blockchain memiliki potensi besar, terutama dalam bidang pengelolaan keuangan. "Melalui seminar ini, kami berharap mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum dapat memahami apa itu blockchain dan bagaimana teknologi ini dapat digunakan untuk meningkatkan keamanan data," katanya.
Febi Messe, juga menjelaskan bahwa blockchain memiliki sistem enkripsi yang membuat setiap data dalam rantai blok terhubung dengan aman, sehingga mengurangi risiko pencurian atau manipulasi data. Teknologi ini juga menawarkan transparansi, karena hanya pihak yang terlibat dalam jaringan yang dapat mengakses data tersebut, memberikan lapisan keamanan tambahan.
Dalam konferensi ini, ada 13 pemakalah yang tersebar di seluruh Indonesia, yang akan memaparkan hasil penelitian mereka baik secara online maupun offline. Diharapkan seminar ini dapat menjadi ajang bagi para mahasiswa untuk lebih mengenal dan mengembangkan potensi teknologi blockchain. (*/buanauyelindo...~NNA~)
Kupang, 25 Juli 2025 - Program Studi Teknik Informatika D3 STIKOM Uyelindo Kupang menyelenggarakan pelatihan Auditor Internal secara daring melalui Zoom, menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Andi Wahyu Rahardjo Emanuel, B.S.E.E., M.S.S.E. dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Kegiatan in...
Di era digital yang berkembang pesat, teknologi penyimpanan dan pengelolaan data menjadi salah satu fondasi utama dalam mendukung sistem informasi modern. Dua teknologi yang sering diperbincangkan dalam konteks ini adalah blockchain dan database relasional. Meski sama-sama berfungsi sebagai ...
Kupang, 19 Juli 2025-STIKOM Uyelindo Kupang menyelenggarakan kegiatan akademik bertajuk Program Guru Besar Infokom Mengabdi (GBIM) yang berlangsung secara offline di Aula Kampus STIKOM pada hari Sabtu, 19 Juli 2025. Acara ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Ir. Eko Sediyono, M.Ko...
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STIKOM) Uyelindo Kupang pada hari Jumat, 18 Juli 2025, menerima kunjungan dari Tim Kerja Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Kunjungan tersebut disambut secara resmi oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik bersama para Ketua Pr...
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STIKOM) Uyelindo Kupang resmi melantik jajaran Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), serta Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Teknik Informatika D3 dan S1, d...