STIKOM Uyelindo Kupang Luncurkan Aplikasi Pelaporan Kekerasan Berbasis Web di Kabupaten Ende
Rabu, 15 Oktober 2025
Buanauyelindo – Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIKOM) Uyelindo Kupang memperkenalkan sebuah inovasi digital berupa aplikasi pelaporan kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga. Aplikasi ini merupakan hasil dari kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada tahun 2025. Kegiatan peluncuran aplikasi dilaksanakan di SDI Ende 10, Kabupaten Ende, pada hari Sabtu, 20 September 2025, sebagai wujud kerja sama dengan Lembaga Perlindungan Sosial (LPS) Peduli Kasih Kabupaten Ende, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk kelompok perempuan, tenaga pendidik, serta siswa dan siswi. Aplikasi yang dikembangkan berbasis web ini dirancang agar dapat diakses melalui perangkat smartphone, dengan mengedepankan prinsip kemudahan, keamanan, dan kerahasiaan dalam proses pelaporan.
Dosen STIKOM Uyelindo Kupang, Bapak Gregorius Rinduh Iriane, S.Kom., M.T., selaku pengembang aplikasi, menyampaikan bahwa maksud dan tujuan dari inovasi ini adalah menyediakan saluran pelaporan yang aman dan mudah diakses oleh korban kekerasan. “Tujuan utamanya yaitu menghadirkan saluran yang aman bagi korban, sehingga mereka dapat melapor kapan saja dan di mana saja tanpa rasa takut. Dengan memanfaatkan teknologi, kami berharap penanganan kasus kekerasan dapat dilakukan lebih efektif,” ungkapnya.
Peluncuran aplikasi ini juga mendapat apresiasi dari Ketua Lembaga Perlindungan Sosial (LPS) Peduli Kasih Kabupaten Ende, Ibu Afra Baboraki. Menurutnya, inovasi ini dapat menjadi instrumen penting dalam mendukung perlindungan hukum bagi korban kekerasan, khususnya perempuan dan anak. “Aplikasi ini hadir untuk mempermudah korban melapor. Semakin mudah akses pelaporan, semakin besar pula peluang kasus kekerasan dapat ditangani dengan serius. Kami percaya aplikasi ini bisa menjadi jembatan penting bagi korban untuk keluar dari lingkaran kekerasan,” jelasnya.
Kolaborasi antara STIKOM Uyelindo Kupang dan Lembaga Perlindungan Sosial (LPS) Peduli Kasih Kabupaten Ende ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem perlindungan sosial di wilayah Kabupaten Ende. Kehadiran aplikasi ini juga menjadi bukti nyata bahwa riset dan teknologi dapat berkontribusi secara langsung dalam penanganan persoalan sosial, khususnya dalam isu kekerasan terhadap perempuan dan anak. Peluncuran aplikasi ini menandai langkah penting dan strategis STIKOM Uyelindo Kupang dalam menghadirkan solusi digital berbasis riset untuk menangani persoalan kekerasan di masyarakat. *NNA.
Tim Satuan Tugas (Satgas) PPKS LLDIKTI Wilayah XV melakukan Uji Publik kepada Calon Panitia Seleksi (Pansel) Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) pada STIKOM Uyelindo dan STIKOM Artha Buana Kupang. Keberlangsungan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh m...
Kampus Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STIKOM) Uyelindo Kupang, mendapat kunjungan khusus dari delegasi Pemerintah RDTL melalui Tim Kerja dan Konsulat Jenderal RTDL, pada hari Senin, 30 September 2024.
Delegasi pemerintah Timor Leste yang dipimpin Mr. Tausto Freitas da Silva, Komisa...
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKOM Uyelindo Kupang telah melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema "Uyelindo Mengabdi" di Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Katolik Kefamenanu di Kabupaten Timor Tengah Utara, pada tanggal 12-14 September 2024....
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STIKOM) Uyelindo Kupang telah melaksanakan kegiatan yudisium terakhir untuk Semester Genap Tahun Akademik 2023/2024 pada hari Sabtu, 21 September 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 28 mahasiswa yang telah menyelesaikan tugas akhir/skripsi dan memenuhi pers...
Institusi pendidikan memiliki tanggungjawab untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman. Ini termasuk menyediakan perlindungan bagi korban, mengedukasi mahasiswa tentang penghargaan terhadap perbedaan dan menerapkan kebijakan anti bullying yang jelas. Bullying itu adalah perilaku agresif yang dila...