Berbagi Kasih, Membawa Harapan: STIKOM Uyelindo Kupang hadir untuk memberi, berbagi berkat bagi sesama.
Sabtu, 17 Mei 2025
Pada Jumat, 16 Mei 2025, di tengah teriknya matahari dan aroma yang cukup menyengat dari tumpukan sampah, senyum dan haru menghiasi wajah-wajah para pemulung yang sehari-hari bekerja untuk mengais rezeki di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alak, Kupang. Yayasan Uyelewun Indonesia hadir membawa secercah harapan melalui aksi nyata berbagi kasih dengan membagikan makan siang gratis kepada para pemulung, supir, dan pekerja lainnya di sekitar lokasi tempat pembuangan sampah itu. Aksi sosial ini dipimpin langsung oleh Pembina Yayasan, Ibu Maria Agatha Rosmidar, S.E., M.M., didampingi oleh Ketua Yayasan Uyelewun Indonesia, Bapak Tarsisius Tukang, S.E., M.Pd., bersama tim Humas dan Promosi STIKOM Uyelindo Kupang, yang dengan penuh sukacita melayani dan membagikan paket nasi kotak kepada pekerja yang ada. Kegiatan berbagi kasih ini merupakan bagian dari komitmen STIKOM Uyelindo Kupang sebagai perguruan tinggi IT pertama dan terbaik di Nusa Tenggara Timur untuk terus berdampak dan berkontribusi positif bagi masyarakat di lingkungan sekitar melalui berbagai program kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial, terutama bagi kelompok masyarakat marjinal dan rentan.
“Kami datang tidak hanya membawa makanan, tetapi juga membawa pesan bahwa mereka tidak dilupakan. Kasih itu harus dijalankan dengan tindakan nyata. Kegiatan berbagi ini bukan hanya sekedar kegiatan sosial saja, melainkan melanjutkan warisan nilai yang telah ditanamkan dalam diri kami oleh Pendiri, almarhum Bapak Bruno Sukarto Belalawe, yang memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. Kepedulian beliau terhadap mereka yang terpinggirkan, yang terlupakan terus menjadi inspirasi kami sampai hari ini. Kegiatan ini juga merupakan tindak nyata kami untuk meneruskan nilai dan semangat kasih yang telah beliau tanamkan dan lakukan sejak dulu, agar kita selalu ingat bahwa dalam kesibukan dan kenyamanan hidup kita, masih ada saudara-saudari kita yang sering dilupakan, yang layak untuk diingat, dikasihi, dan diberikan harapan,” tutur ibu Ros.
Dalam beberapa waktu ke depan, pihak yayasan juga merencanakan program aksi sosial lanjutan, seperti pembagian sembako, dan sebagainya. “Kami percaya bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Hari ini mungkin hanya satu nasi kotak per orang, tetapi kami berharap itu menjadi simbol dari perhatian dan cinta yang tulus dari kami semua,” tambah Bapak Tarsisius.
Respon yang diberikan para pemulung dan pekerja pun sangat mengharukan. Mereka tentu bersukacita dan menyampaikan ungkapan terima kasih atas perhatian yang mereka terima di hari itu. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Tak hanya membagikan makanan, tetapi juga mengobrol dan mendengarkan cerita para pemulung dan pekerja lainnya.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di balik hiruk pikuk kehidupan dan tantangan sosial besar yang terus ada, masih ada ruang untuk peduli, berbagi, dan menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki hak untuk dihargai dan dikasihi. Melalui aksi sosial ini, STIKOM Uyelindo Kupang tidak hanya menjadi lembaga pendidikan yang berbagi ilmu di bidang IT saja, melainkan juga sebagai lembaga pendidikan tinggi yang terus berbagi kasih dan kebaikan bagi sesama, seperti sosok almarhum Bapak Bruno Sukarto Belalawe yang penuh cinta dan kebaikan, tanpa syarat, dan untuk semua. ***CND.
Buanauyelindo - Pimpinan STIKOM Uyelindo Kupang melakukan kunjungan ke Kantor LLDIKTI Wilayah XV pada Kamis, 27 Maret 2025. Kedatangan Pimpinan (Ketua, Wakil Ketua I, Wakil Ketua III) bersama Dosen Senior STIKOM Uyelindo Kupang ini diterima langsung oleh Kepala LLDIKTI Wiayah XV Prof. DR. Adrianus ...
Buanauyelindo-Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Diploma III Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Uyelindo Kupang menggelar re-akreditasi dengan Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM Infokom). Kegiatan re-akreditasi ini berlangsung di Aula STIKOM Uyelindo, pada hari JumatS...
Pendidikan Bahasa Inggris di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur, tentu masih membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih lanjut. Sekolah maupun perguruan tinggi diharapkan dapat berperan aktif dalam membantu para siswa dan mahasiswanya agar dapat memiliki dan menguasai kemampuan b...
People worry too much about their accents. Often times, I have met a lot of people who told me,” I want to sound like a native speaker.”
When I heard that, I was so confused. There were so many questions came to my mind. Like, is it important? Is it really necessary to sound like a native speak...
Some people think that being a PhD holder means you are not good at various jobs outside research/teaching, you are old-school and not willing to adapt to current situation. Well, I personally think that this is far from the reality. Let's have a look at some good perspectives about it.PhD holders h...