SiAmir Hot

Mengenal Sedikit Pola Pikir Pemahaman Manusia Akan Cinta.

Kalian para mahasiswa pasti matanya terbelalak ketika mendengar kata C I N T A. Anak muda jaman sekarang hidupnya tidak akan bergairah kalau tidak mendengar kata cinta, seolah-olah 4 sehat 5 sempurna itu belum cukup, harus ditambah cinta jadinya 5 sehat 6 sempurna (disempurnakan oleh cinta, "sempurnaaaaa". Dikutip dari lagu Andra and the backbone) iya apa iya?

Cinta itu ada dimana-mana: (1) Ketika tukang ojek rela panas-panasan mengantarkan kalian ke tempat tujuan. (2) Ketika kenek mikrolet rela tidak mandi untuk bangun pagi menunggu kalian naik ke kampus. (3) Ketika teman dekat kalian rela di hafal dosen karena ketahuan memberitahukan jawaban ujian ke kamu. (4) Ketika dosen memberikan belas kasih pada kalian yang membutuhkan hal tersebut (termasuk saya) dst.

Banyak. Itulah cinta, cinta is love, "looove is yuuuuu" (di kutip dari Cherrybelle, Love is you). Cinta itu satu, tetapi yang membedakan kualitas cinta tersebut adalah TUJUANNYA.

Sekalipun tukang ojek rela panas-panasan kan bukan berarti tujuannya untuk bertanggung jawab terhadap kamu? Cintanya didasari oleh pemenuhan kebutuhannya, baik rokok maupun kebutuhan pokok. Cintanya adalah kepada dirinya sendiri, bukan kepada kamu, kamu naik motornya itu merasakan cipratan cinta semata, bukan inti cintanya, mungkin inti cintanya bisa kamu rasakan ketika kamu menghirup asap rokok yang dia hisap, atau melihat kehidupan pribadinya secara langsung.

Untuk teman, itu pengecualian, karena siapa tahu dia diam-diam menyimpan contekannya juga dalam sakunya: "Ibukota NTT adalah Kupang ", sekaligus perasaannya yang dia tulis di belakang contekannya: "aku suka kamu Tina". Ketika kamu bertanya: "Ibukota NTT itu apa?", dianya kebingungan karena salah tingkah, kertasnya malah dibalik yang terbaca tulisan perasaannya: Ibu kota NTT adalah "aku suka kamu Tina".

Berikut beberapa pertanyaan yang saya coba buat untuk membagi kategori pemahaman orang-orang yang yang memahami apa itu cinta: (1) Siapa yang kenal cinta? para penggemar sinetron dan lagu pop. (2) Siapa yang memahami cinta? para korban putus, ditolak, diselingkuhi, salah sangka. (3) Siapa yang telah mengalami cinta? para pejuang pdkt ataupun yang tengah berhubungan. (4) Siapa yang suka bermain cinta? para playboy dan playgirl. (5) Siapa yang mampu menaklukkan cinta? pejantan tangguh. (6) Siapa yang mampu bertanggung jawab terhadap cinta? para pejuang cinta yang telah matang moral dan materil.

Enam pertanyaan di atas sebenarnya adalah pengelompokkan orang-orang menurut tingkat kedalaman pemahaman mereka terhadap cinta.

(1) Orang-orang yang kenal cinta, biasanya didorong oleh rasa ingin tahunya yang dipicu oleh pengaruh dari apa yang pernah mereka lihat dan dengar. Beberapa pengaruh yang membangkitkan rasa ingin tahu cinta tersebut adalah sinetron televisi dan lagu-lagu pop yang liriknya selalu bernuansakan ce ii en te aa. Hal tersebut membangkitkan imajinasi dan kemudian menimbulkan perasaan yang tak berorientasi, melemahkan akal sehat dan mendorong tubuh untuk melakukan hal-hal di luar batas moral, terjadilah suatu fenomena pergaulan bebas di kalangan anak muda. Memangnya sejak kapan sinetron dan lirik lagu pop kenal batas moral?

(2) Orang-orang yang memahami cinta, adalah mereka yang telah merasakan pahit dan manis dari rasa cinta itu, pengalaman mereka sebelumnya yang kemudian mendewasakan mereka dan membuat mereka semakin berhati-hati ketika berurusan dengan cinta, setan pun tidak akan tahu kalau mereka sedang bergerilya memperjuangkan cinta.

Saya membagi mereka: (a) Korban putus: manisnya ketika awal dan pertengahan berhubungan, ditengah-tengah malah diputus, itulah fase pahitnya. (b) Korban ditolak: manisnya ketika kejar-kejaran, salah baca kode target dikira diterima, eh kemudian malah ditolak, itulah fase pahitnya. (c) Korban diselingkuhi: manisnya ketika di depan muka, fase pahitnya di belakang, ketika kebetulan liat gebetan malah jalan sama orang lain. (d) Korban salah sangka: kurang lebih sama dengan korban diselingkuhi, tetapi ada kesalahpahaman yang dianulir dari apa yang dia lihat dan dengar (yang ternyata adeknya, bukan selingkuhan), "aku tadi liat kamu jalan sama orang lain, aku nggak nyangka ya kamu gitu, pokoknya kita puuuutuuuussss". Siapa yang salah? nasi telah menjadi bubur.

3. Siapapun yang baru pertama kali pacaran atau tengah melakukan suatu pendekatan belum tentu mereka memahami apa arti cinta, kecuali mereka putus nyambung dan kemudian berakhir di pelaminan, nah itu pengecualian. Bagaimanapun orang tidak akan tahu kalau api itu panas kalau tidak merasakannya sendiri.

4. Orang-orang yang suka bermain cinta atau perasaan hati orang lain adalah para pemain handal, yang menguasai arena permainan. Mereka memahami luar dalam dari cinta itu sendiri, kemudian mereka mengeksploitasinya dan menggali apapun yang mereka cari biasanya bakal melewati batas moral, akan ada banyak korban. Mereka tidak akan pernah puas, mungkin sampai Tuhan berbicara langsung kepada mereka: "Bertobatlah kamu!", itupun kalau hati mereka masih ada.

5. Orang-orang yang mampu menaklukan cinta adalah orang-orang yang sabar terhadap tujuannya. Nah ini ambigu, karena tujuan kembali menjadi landasan dari kualitas cintanya. Pertanyaannya, tujuannya apa terhadap penaklukannya: pelaminan? ataukah kamar kos?, setangguh-tangguhnya pejantan atas keberhasilan penaklukannya terhadap cinta, kualitasnya diukur dari tujuan pribadinya.

6. Orang-orang yang mampu bertanggung jawab terhadap cinta, adalah mereka yang telah berjuang bergerilya memperjuangkan cintanya sejak awal mula pendekatan sampai masuk pacaran mempertahankan hanya satu orang dalam hubungannya dan berani memutuskan untuk membawa hubungan mereka masuk dalam fase pemberkatan, disahkan keluarga, adat, agama dan negara, sampai kemudian dengan sadar baik pikiran dan perasaan pun dimatangkan dan menyadari suatu realita tentang suatu bentuk pertanggung jawaban yang harus di tanggung baik moral dan materil.

Begitulah, cinta, satu kata tapi banyak interpretasi. Abstraksi perasaan manusia yang paling sulit dipahami bila tak dialami, bak api yang panasnya hanya akan terasa jika didekati dan disentuh.

Demikian tulisan sederhana saya, semoga kita bisa mengambil bersama-sama faedah tulisan ini, sekian. Salam jempol. (ANDRY BERNARD DANIEL MAURE | 2018-05-07)

KembaliTulis Berita