SiAmir Artikel OLIVIA MARIA INACIO TAVARES

Ringkasan

Fitur "Copy-Paste" atau Copas, fitur ini yang paling sering kita gunakan bukan? Namun sudahkah kita mengenalnya dengan baik? Siapakah penemu dari fitur ini? Apa saja baik dan buruk penggunaan Copas? Mari kita simak berikut.

Sudahkan Kamu Mengenal Fitur "Copy Paste"?

Saat sekarang ini memang sudah tidak diragukan lagi, salah satu fitur paling penting di gadget terkini, mulai dari laptop sampai smartphone adalah fitur "copy-paste" atau yang biasa disingkat "copas". Tanpa fitur ini, mungkin kita bakal dipusingkan oleh pekerjaan seabrek gara-gara harus menulis ulang berbagai macam teks penting di perangkat. Segala macam pekerjaan dapat dijalankan sdengan mudah hanya dengan Copas saja, tidak perlu kita bersusah-susah menganalisis ataupun mengetik indah dari A sampai Z semuanya dapat tinggal kita salin dan tempel dengan mudah.

Nah, melihat betapa pentingnya fitur copas tahukan kamu siapa penemu fitur yang ajaib ini? sudah selayaknyalah kita berterima kasih pada Larry Tesler. Dia adalah sosok pencipta fitur 'sejuta umat' itu. Siapa itu Tesler? Bagi orang awam tentu sangat asing mendengar nama itu, namun Tesler ternyata sangat berpengaruh di dunia teknologi. Tesler awalnya adalah seorang ilmuwan komputer yang bekerja di Xerox PARC di tahun 1970an. Xerox PARC adalah pusat penelitian komputer yang ada di Paolo Alto, California.Ketika itu, Tesler sedang melakukan penelitian program Smalltalk-76 yang bertugas menyimpan data teks ke dalam memori internal komputer. Nah, saat itu lah Tesler menciptakan fitur 'cut', 'copy', dan 'paste', Fitur ini dimaksudkan untuk memotong bagian teks untuk dipindah ke bagian lain. Copas tercapat pertama kali digunakan selama tahun 1973-1976 oleh Tesler dan rekannya, Tim Nott untuk bahasa pemrograman Gypsy. Setelah berhasil menciptakan fitur copas, Tesler akhirnya pindah ke Apple Computer pada tahun 1980. Di sini, dia jadi ketua divisi pengembangan teknologi komputer, hingga ikut berpartisipasi dalam pembuatan aplikasi komputer Mac. Pada tahun 1997, Tesler akhirnya hengkang dari Apple. Pria ini kemudian melanjutkan petualangannya ke Amazon.com hingga Yahoo. Di kedua perusahaan raksasa itu, Tesler sama-sama menjabat sebagai wakil presiden. Pasca keluar dari dua perusahaan itu, Tesler kini jadi kontraktor teknologi independen sembari menyebarkan antusiasme 'coding' ke generasi muda Amerika. Woww Keren banget kan? kira-kira gimana caranya membuat fitur yang sangat berarti ini yaah? untung aja ada fitur ini kalo ngak pasti tugas-tugas kuliah dan segala macam pekerjaan bakal ribet dah (udah ada Copas aja masi malas kerja apalagi kalau tak ada wkwkwk)

Pernahkah bayangkan hidup tanpa fitur 'Copas' atau Copy-Paste?

Waduuuhh kalau tak ada fitur ini nih saya tak bisa bayangkan apa yang akan terjadi, sekarang mah tugas kuliah, skripsi, ini dan itu pastii seluruhnya memanfaatkan fitur copy paste, hingga dalam dunia tulis-menulis di internet, yang namanya copy paste alias menjiplak memang bukan hal yang asing lagi. Banyak banget artikel yang isinya persis namun ditulis di beberapa sumber website atau blog yang berbeda. Ada yang 100 % persis, ada yang diubah judulnya, dan ada juga yang diubah-ubah sedikit isi ataupun penulisannya.

Kalau saya pribadi sih, gak termasuk yang anti copy paste garis keras. Saya juga pernah kok copy paste tulisan orang lain, asalkan ditulis sumbernya. Tapi copy paste bukan untuk tulisan di blog atau website, ya. Copy paste paling untuk ngeshare status di sosial media (misal: Facebook). Kalau kamu gimana, pernah copy paste juga kah? Sebenarnya sih persoalan jiplak-menjiplak bukan hanya dalam dunia menulis aja, di mana-mana juga adaaa. Industri musik, kuliner, kerajinan, karya ilmiah, dunia pertelevisian, dan industri-industri bisnis lainnya, yang namanya copy paste tampaknya memang sulit untuk dihindari. Meski sudah banyak cara dilakukan untuk melarang tindakan tersebut. Ya, kalau untuk benar-benar meniadakan copy paste memang sulit, tapi seenggaknya tindakan copy paste seharusnya bisa diminimalisir lah, ya.

Nah, kalau karya tulismu di blog dicopy paste gimana reaksimu? Kalau saya mah, monggo ajaaa tulisan saya dicopy paste, selama orang yang mengcopy paste tersebut gak mengakui tulisan saya adalah tulisannya. Lagipula saat menulis sebaiknya kita juga tau risikonya, salah satunya jika tulisan kita kemudian dicopy paste. Kasarnya gini, kalau gak mau tulisanmu dicopy paste ya udah gak usah publish tulisan di internet, hehe.

Jadi, bagi saya yang namanya copy paste dalam dunia tulis-menulis di internet boleh-boleh aja asalkan tetap beretika. Yaitu dengan menyertakan sumbernya dan jangan mengakui tulisan tersebut sebagai karya kita. Kalau sebuah tulisan isinya mengandung banyak manfaat, maka semakin banyak tulisan itu disebarluaskan-meskipun dengan cara copy paste-tentunya akan lebih banyak pula manfaat yang tersebarkan.

Segala sesuatu jika kita melihatnya dari sudut pandang positif pasti tetap akan ada sisi manfaat yang bisa kita ambil. Contohnya persoalan copy paste dalam dunia tulis-menulis di internet ini, tak selamanya jadi suatu hal yang buruk (NB: Dirangkum dari berbagai sumber).

Kembali Tulis Berita
10 Berita Terbaru dari SiAmir News
Ayo Belanja di SiAmir Market!