SiAmir Artikel Gregorius Rinduh Iriane, S.Kom., M.T.

Tahukah Anda? Teknologi Elektronik dapat Merusak Tumbuh-Kembang Anak

Perkembangan Fisik Anak

Interaksi anak dengan teknologi elektronik banyak mengurangi aktivitas gerak karena konsep dari teknologi adalah memudahkan kebutuhan, sehingga akan membatasi aktivitas fisiknya. Dalam kegiatan bermain pun anak sudah banyak mengurangi aktivitas geraknya bila permainan tersebut dilakukan dengan perantara teknologi. Misalnya saat anak bermain dengan perangkat game, seperti gameboy, Nintendo, Play Station (PS) dan sebagainya. Anak akan menjadi kurang bergerak dalam aktivitas kesehariannya mengakibatkan rentan terjangkit obesitas atau kelebihan berat badan, sehingga dapat memicu ketidakseimbangan hormonal dan metabolisme yang bisa menggiring terjadinya serangan jantung premature pada anak. Di samping itu perkembangan fisik anak pun banyak mengalami physical decline. Contohnya adalah problem visual seperti kelelahan mata, sakit kepala atau bahkan penglihatan menjadi kabur. Hal ini disebabkan karena anak lebih rentan daripada orang dewasa terhadap cahaya dan radiasi yang dipancarkan dari perangkat elektronik.

Perkembangan Sosial dan Emosi Anak

Interaksi anak dengan teknologi elektronik juga dapat berdampak pada perkembangan aspek emosi yang tidak terkontrol. Bila teknologi elektronik seperti komputer dan koneksi internetnya digunakan tanpa kontrol atau pengawasan dari orang tua atau orang dewasa di sekitar anak, maka akan menyebabkan tingginya resiko untuk menjadi ketergantungan (addiction). Ada berbagai kondisi emosi anak yang memungkinkan untuk berkembang menjadi suatu ketergantungan (addiction) terhadap penggunaan komputer antara lain: kecemasan, yaitu apabila komputer dan internet digunakan untuk mengalihkan perhatian dari kecemasan anak, maka yang terjadi justru individu tersebut semakin tidak mampu mengatasi kecemasannya dan sebaliknya bahkan bisa jadi akan semakin kecanduan. Depresi, untuk sementara mungkin dapat dialihkan dengan aktivitas anak dalam mengakses internet, terutama pada website yang memberikan banyak informasi. Namun apabila digunakan tanpa pengawasan yang baik, maka tanpa disadari oleh si anak tersebut justru akan semakin menyebabkan isolasi dari lingkungan sekitarnya. Hal ini bahkan memungkinkan anak menjadi bertambah tingkat depresinya.

Selain aspek emosi yang dapat menimbulkan kecenderungan anak terhadap ketergantungan (addiction), teknologi juga dapat berdampak pada perilaku kurang sabar pada anak. Hal ini disebabkan karena teknologi cenderung membuat segala sesuatu lebih mudah, cepat, dan instant, sehingga secara emosi anak-anak pun menjadi tidak terbiasa untuk bersabar.

Perkembangan Inteligensi Anak

Teknologi juga memiliki efek pada penalaran kritis, karena hampir semua informasi telah tersedia sehingga anak-anak pun menjadi kurang terampil, dan cenderung berkonsentrasi hanya pada satu hal untuk jangka waktu yang lama. Hal ini akan menyulitkan anak-anak untuk memecahkan masalah yang membutuhkan waktu pendek dan kompleks.

Perkembangan Moral Anak

Dampak dalam perkembangan moral terutama terjadi karena pemaparan pada situs-situs yang banyak mengandung unsur pornografi dan kekerasan. Banyak kasus tentang kekerasan dan kejahatan seksual pada anak yang baik pelaku maupun korbannya adalah anak-anak akibat beredarnya berbagai situs internet yang tidak dikontrol baik oleh para orang tua maupun orang dewasa lain yang bertanggung jawab terhadap pendidikan anak. Efek negative dalam perkembangan moral juga dapat terjadi karena adanya kesempatan anak untuk mengunduh isi situs tanpa izin. Oleh karena itu sebagai orang tua kita dituntut untuk selalu berusaha memantau interaksi anak dengan perangkat elektronik saat ini. (Dirangkum dari berbagai sumber). (Gregorius Rinduh Iriane, S.Kom., M.T. | 2018-04-16)

Kembali Tulis Berita