SiAmir Artikel OLIVIA MARIA INACIO TAVARES

Ringkasan

Ini bukan cerita fiksi belaka, ini kejadian hahahhaah (agak lebay). Ini bukan cerita bijak juga sih, bukan sindir menyindir juga kok, ini cuman cerita yang sedang terjadi beberapa hari ini. yah mungkin bisa juga jadi cerita saya

Jangan Asal Menilai Jangan Asal Bertindak

Di dunia ini ada beberapa macam manusia dengan sifat dan perilakuya masing-masing, namun tahukan anda semua? apa yang paling saya benci? yaitu jelas orang yang Sok akrab, serta rempong dengan urusan kehidupan orang lain (padahal urusannya dalam rumah sendiri aja ngak beres masih aja ngurus orang, upsss). Orang yang seperti ini terlihat begitu manis dan baik di luar tapi tidak tahu apa yang direncanakan dibdalam pikirannya. Apa yang dipikirkannya tentang orang lain, yang didengar langsung darinya selalu kata-kata logis dan terlihat berwibawa tetapi yang ada di pikirannya “semua orang itu sama saja *** paling terakhir ****) yaah begitulah isi sendiri.

By the way nih saya mau sedikit mendeskripsikan kenapa judulnya kayak gitu. Oke, di sini saya sendiri, lalu misalkan mereka yaitu=teman-teman semua yang dekat sama saya dan saya cintaii lah (uhukk2) lalu Dia…..Dia si rempong itu yang mau ikut campur urusan kehidupan orang aja padahal keluarga aja bukan keles. Nah, gue cerita dikit mengenai diri gue kalian semua tau yang namanya orang INTROVERT? yaa itulah gue, selama hidup gue ngak pernah seru- seruan bareng teman (kalau ngak sama orang tua ya ngak boleh). Sehari-hari gue cuman dalam kamar dan pacaran sama laptop. Suwer jujur nih ngak boong kok. Ngak pernah pacaran yang aneh-aneh (Boro-boro kluar sama pacar diijinin, sama teman aja kagak bisa, ngmimpi), tapi emang sih gue punya orang tua yang sangat amat sangat banget, sengaja gue tambah banget karena yaa gitu dirumah gue mau ke kamar mandi aja ditanyain apalagi keluar pagar bro. Nah dari hal-hal di atas mengakibatkan gue menjadi orang yang introvert alias sering tidak peduli sama orang lain (mau mati kek apa kek) kecuali kalau mood gue lagi baik, gue selalu tenang-tenang aja ngak suka cari yang namanya masalah karena gue memang betul-betul tidak suka dengan kata tersebut.

Gue sendiri bukanlah orang yang tidak mau bersosialisasi dengan orang lain. Ada kalanya mereka menikmati waktu berkumpul dan bersosialisasi dengan orang lain, selama lingkungan tersebut merupakan lingkungan yang cukup dikenali, dan telah merasa cukup Nlnyaman dengan orang-orang di lingkungan tersebut, namun apakah yang terjadi apabila ada orang yang membuat anda merasa tidak nyaman di tempat yang sebenarnya sangat anda sukai tersebut? apa yang akan anda lakukan? hal inilah yang ingin saya ceritakan sebagai bentuk penumpahan emosi saya selama beberapa hari ini.

Bayangkan saja lo di posisi saya skarang. Saya ini sangat nyaman bercerita dengan si mereka ini (teman-teman). Mereka adalah satu-satunya orang yang bisa dijak asyik-asyikan, selalu bersama-sama saling membantu, lalu ada lagi dia yang selalu memberikan berbagai saran terbaik yang kubutuhkan. Mengajariku serta teman-temanku apabila berada dalam kesulitan belajar, tidak pernah peduli pada kesibukannya kamu selalu menyempatkan diri bercerita denganku (walau hanya lewat medsos) dia yang selalu menjaga aku dengan baik walaupun begitu banyak orang yang tidak menyukai “kamu” tetapi kamu tetap saja sabar menghadapi semua omongan, maupun amarah dari orang-orang yang tidak setuju kita bersama, kamu satu-satunya tempat aku bisa bercerita saat aku merasa sepi (tau lah siapa itu)

Namun suatu hari ada DIA, orang yang tidak tahu ada hubungannya dengan diriku berusaha mencari sedikit celah kesalahan dan menyebarkanya untuk membuatku terkena masalah guys. Katanya sih katanya dia dititipkan untuk menjagaku namun kurasa dia terlihat seperti berusaha mencari celah kesalahanku (karena hal sepele dia buat jadi besar gitu lah). Dia melakukan semuanya itu tanpa berpikir apa yang selanjutnya akan terjadi pada diriku yang begitu dijaga dengan ketat ini. Lagian selama ini aku selalu berkuliah dengan rajin, semua kegiatan kampus ataupun perkuliahan tidak pernah aku lewatkan, tugas-tugas juga sama (karna aku punya ambisi keles emang aku mau nikah muda apa). Aku mengerti usahanya yang seperti itu tapi apakah baik ikut campur urusan orang yang sebenarnya bukan siapa-siapanya si dia ini?. Kenapakan dia tidak mengurus kehidupannya sendiri dulu sih.

Kuharap dia bisa bercermin dahulu untuk melihat kedalam dirinya sendiri sebelum mencoba bermain-main denganku karena itu tidak akan berhasil, aku selalu jujur pada orang-orang yang kusayangi walaupun bersama dengan “si Kamu” masih terlihat seperti sebuah misteri yang mungkin tak bisa bersatu namun aku percaya keajaiban akan selalu datang bagi orang yang meminta pada-Nya dan melakukan hal-hal yang benar (tidak merusak diri). Aku sadar akan kekhawatiran mereka namun aku juga sudah besar dan tau mana yang harus kulakukan tidak semua orang seburuk yang kita pikirkan. Akhir kata semoga dia yang melakukan hal itu bisa cepat sadar dan mengurusi dirinya sendiri (kalau tidak suka denganku atau melihat hal yang tidak baik tegurlah saja) daripada membangun perpecahan dan konflik pada kehidupan orang lain. Sorry ya kalau terlihat kayak curhat wkwkw cerita aja loh ya . Thanks

Kembali Tulis Berita
10 Berita Terbaru dari SiAmir News
Ayo Belanja di SiAmir Market!